Pemanfaatan sistem informasi dalam sektor pertanian menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efisiensi perencanaan dan monitoring usaha tani. Namun, keterbatasan literasi digital dan akses teknologi masih menjadi kendala utama bagi petani di pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan sistem informasi sederhana untuk perencanaan dan monitoring usaha tani di Desa Bontoa, Kabupaten Maros. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, pelatihan, pendampingan lapangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 30 petani tanaman pangan dan hortikultura. Hasil menunjukkan peningkatan skor pemahaman petani dari rata-rata 48,6 (pre-test) menjadi 82,3 (post-test). Sebanyak 83% peserta mampu melakukan pencatatan biaya produksi secara mandiri setelah pendampingan. Selain itu, terjadi peningkatan ketepatan perencanaan tanam sebesar 35% dan efisiensi pengeluaran input sebesar 12% dalam satu musim tanam. Pendampingan berbasis praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data. Program ini berkontribusi terhadap penguatan manajemen usaha tani dan mendukung implementasi pertanian digital di tingkat desa.
Copyrights © 2026