Perubahan generasi di lingkungan TNI, khususnya dengan hadirnya generasi Z, menciptakan dinamika baru dalam sistem kepemimpinan militer yang tradisional. Generasi Z memiliki karakter terbuka, kritis, dan adaptif terhadap teknologi, yang menuntut pola kepemimpinan lebih partisipatif dibandingkan model hierarkis konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kepemimpinan demokratis sebagai strategi adaptif dalam menghadapi generasi Z di lingkungan militer, serta implikasinya terhadap peningkatan motivasi dan profesionalisme prajurit TNI AD. Penelitian ini bersifat konseptual dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis telaah literatur dan teori kepemimpinan modern, teori motivasi Herzberg, serta karakteristik generasi Z menurut Strauss & Howe. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan demokratis, melalui komunikasi dua arah, keterlibatan bawahan, dan pemberdayaan individu, mampu meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab prajurit generasi Z tanpa mengurangi disiplin militer. Diskusi menegaskan bahwa gaya kepemimpinan ini dapat menjadi jembatan antara nilai tradisi militer dengan tuntutan generasi baru. Kesimpulannya, penerapan kepemimpinan demokratis berpotensi meningkatkan motivasi intrinsik dan loyalitas prajurit. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya reformasi gaya kepemimpinan di lingkungan TNI guna menciptakan budaya organisasi pertahanan yang adaptif terhadap perubahan generasi
Copyrights © 2026