Ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki potensi alami bahan aktif dalam sediaan kosmetik, khususnya karena kandungan metabolit sekundernya yang berkhasiat. Namun, tantangan formulasi berbasis ekstrak ini adalah stabilitas dan kompatibilitas bahan, sehingga dibutuhkan kombinasi surfaktan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kombinasi surfaktan dalam formulasi toner wajah berbasis ekstrak daun pepaya, serta menilai pengaruhnya terhadap karakteristik fisikokimia dan keamanan penggunaan. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan SLD untuk mengoptimalkan kombinasi surfaktan non-ionik (tween 80, decyl glucoside dan PE-40), ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70%, evaluasi sediaan meliputi pengujian uji fitokimia, parameter ekstrak, evaluasi sediaan toner wajah. Hasil yang diperoleh meliputi rendemen ekstrak kental daun pepaya sebesar 14,80%, uji fitokimia menunjukkan positif mengandung metabolit sekunder, evaluasi sediaan menunjukkan hasil yang baik sesuai persyaratan, tetapi pada pengujian viskositas masing-masing formula memberikan kekentalan yang berbeda dikarenakan penggunaan kombinasi surfaktan, uji stabilitas dipercepat pada suhu 4°C dan 40°C selama 48 jam menunjukkan seluruh formula tetap stabil secara organoleptik. Dan sediaan yang memiliki aktivitas antibakteri berada pada formula 6 dengan konsentrasi 12% ekstrak memberikan zona hambat sebesar 28,82 mm (kategori sangat kuat). Analisis menggunakan pendekatan simpex lattice design menghasilkan countour plot yang menunjukkan adanya interaksi positif dan negatif antar variabel respon. Berdasarkan analisis optimasi, formula optimum diperoleh pada rentang formula 2, dengan nilai desirability sebesar 0,851 yang dapat memenuhi kriteria respon pH, viskositas, dan kelembapan.
Copyrights © 2026