Ibu postpartum memiliki peran baru sebagai seorang ibu yang mengalami perubahan fisik dan psikologis apabila tidak ditangani dapat menyebabkan terjadinya kelelahan postpartum. Salah satu faktor yang meningkatkan terjadinya kelelahan postpartum pada ibu yaitu kurangnya dukungan suami selama masa postpartum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan suami dengan tingkat kelelahan pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda. Metode penelitian yang digunakan analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling sebanyak 50 sampel. Sampel tersebut adalah ibu postpartum 3 hari sampai 1 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner PFS dan PPSS. Analisis data yang digunakan yaitu uji analisis Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ibu postpartum mendapatkan dukungan suami tinggi (52,0%) dan sebagian besar mengalami kelelahan ringan (60,0%). Terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kelelahan ibu postpartum dengan nilai p <0,001. Ibu postpartum yang mendapat dukungan tinggi dari suami memiliki peluang 0,058 lebih rendah untuk mengalami kelelahan, dibandingkan ibu yang mendapat dukungan rendah.
Copyrights © 2026