Di tengah pesatnya era digital, remaja kian rentan terhadap perundungan siber yang mengancam stabilitas mental mereka. Fenomena ini juga terjadi di SMAN 1 Bengkulu, di mana rendahnya literasi digital dan etika bermedia sosial menjadi celah terjadinya tindak kejahatan siber. Merespons kondisi tersebut, Humas Polda Bengkulu bersinergi dengan pihak sekolah menyelenggarakan program edukasi melalui metode sosialisasi, lokakarya, dan simulasi kasus. Pendekatan ini bertujuan agar siswa mampu menerapkan etika digital secara praktis. Implementasi program yang melibatkan seluruh warga sekolah ini terbukti efektif; pemahaman siswa melonjak dari 45% ke 85%, sementara kesadaran beretika meningkat dari 40% ke 80%. Hasil ini menjadi bukti keberhasilan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman di dunia maya
Copyrights © 2026