Latar Belakang: Industri batu bata menghasilkan asap pembakaran yang mengandung zat berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan pernapasan pekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan asap dan keluhan pernapasan dengan kapasitas paru pada pekerja industri batu bata di Kecamatan Kemangkon. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada Juli 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran kapasitas paru menggunakan Peak Flow Meter. Hasil: penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja terpapar asap selama 5–8 jam per hari (79,2%), dengan mayoritas mengalami gangguan kapasitas paru berat (67,5%). Uji Chi-square menunjukkan bahwa lama paparan asap tidak berhubungan signifikan dengan kapasitas paru (p=0,895), sedangkan keluhan pernapasan seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, dan dahak berlebih berhubungan signifikan dengan penurunan kapasitas paru (p<0,05). Kesimpulan: bahwa keluhan pernapasan memiliki hubungan bermakna dengan kapasitas paru pekerja batu bata, sementara lama paparan asap tidak berpengaruh signifikan.
Copyrights © 2026