Latar belakang: fleksibilitas sendi bahu sangat penting dalam menunjang performa pemain tenis lapangan, khususnya pasca cedera. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas sendi bahu pasca cedera pada pemain tenis di Bulog Kota Makassar. Metode: metode penelitian menggunakan analisis deskriptif non-eksperimental dengan sampel 9 responden. Data dikumpulkan melalui Static Flexibility Test, Apley Scratch Test, dan pengukuran Rentang Gerak (ROM) dengan goniometer. Hasil: hasil menunjukkan terdapat ketidakseimbangan ROM dengan limitasi pada fleksi, abduksi, adduksi, serta kelonggaran pada ekstensi dan rotasi. Static Flexibility Test menunjukkan sebagian besar atlet dalam kategori cukup hingga buruk. Apley Scratch Test mayoritas tanpa kesulitan, namun ada yang mengalami keterbatasan gerak. Kesimpulan: fleksibilitas sendi bahu pemain tenis pasca cedera tidak optimal yang meningkatkan risiko cedera ulang.
Copyrights © 2026