Latar belakang: Gangguan postur tubuh disebabkan karena adanya perubahan fisiologis yang menyebabkan perubahan postur pada lansia. Akibatnya, dapat menimbulkan terjadinya resiko nyeri muskuloskeletal pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan postur tubuh dnegan nyeri muskuloskeletal pada lansia di Klinik Madising Telkomas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia di klinik madising telkomas yang memiliki gangguan postur sebanyak 30 orang. Pengukuran postur tubuh menggunakan alat Flexicurve dan Adam’s forward Bending Test dan nyeri musculoskeletal menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan postur tubuh dengan nyeri muskuloskeletal pada lansia. Kelainan postur paling banyak adalah lordosis 15 responden (50%), kifosis 13 responden (43,3%) dan skoliosis sebanyak 2 responden (6,7%). Mayoritas responden mengalami keluhan agak sakit 19 responden (63,3%), keluhan sakit 10 responden (33,3%),dan sangat sakit 1 responden (3,3%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p=0,60 (p>0,05). Kesimpulan: Hal ini mengidentifikasi bahwa gangguan postur tubuh bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi nyeri muskuloskeletal, melainkan hanya salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi.
Copyrights © 2026