Masalah: PT. ABC merupakan perusahaan penghasil PVC. Selama ini, PT. ABC hanya mengandalkan perkiraan dalam perencanaan persediaan bahan baku, tanpa adanya perencanaan yang tepat. Akibatnya, perusahaan menghadapi biaya yang tinggi untuk pembelian bahan baku. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Continuous Review System (CRS) dalam perencanaan persediaan bahan baku PT. ABC, serta untuk mengidentifikasi metode yang paling efisien dalam mengurangi biaya persediaan. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Economic Order Quantity (EOQ), yang menghitung jumlah pemesanan optimal untuk meminimalkan total biaya persediaan, termasuk biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Selain itu, metode Continuous Review System (CRS) diterapkan untuk memantau persediaan secara terus-menerus dan melakukan pemesanan saat tingkat persediaan mencapai titik reorder. Temuan/Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan biaya persediaan bahan baku yang digunakan PT. ABC saat ini adalah sebesar Rp 6.947.332.500. Jika menggunakan metode Economic Order Quantity biaya persediaan bahan baku menjadi sebesar Rp 929.392.077, dan jika menggunakan metode Continuous Review System menjadi sebesar Rp 1.008.422.452. Dengan demikian, metode yang dapat menjadi alternatif dan paling optimal dalam menekan biaya total persediaan yaitu metode EOQ. Kontribusi penelitian ini berupa saran atau rekomendasi kebijakan bagi perusahaan terkait persediaan berbasis analisis kuantitatif yang terukur dan meningkatkan efisiensi biaya perusahaan. Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan dimana asumsi permintaan dan waktu tunggu yang relatif konstan serta belum mempertimbangkan variabel lainnya yang lebih kompleks. Saran untuk penelitian selanjutnya dengan mempertimbangkan faktor fluktuasi permintaan, tingkat layanan, serta mengkombinasikan model probabilistik guna menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif. Jenis penelitian: Penelitian analisis kuantitatif
Copyrights © 2026