Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat kematangan buah limau kasturi (Citrus microcarpa) terhadap karakteristik fisikokimia, aktivitas bioaktif, dan sifat sensori serbuk yang dihasilkan melalui proses pengeringan sembur menggunakan mini spray dryer tipe Büchi B-290. Buah limau kasturi dipanen pada tiga tingkat kematangan yaitu hijau, separa masak, dan masak. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, aktivitas air, warna (L* dan a*), total fenolik (TPC), total flavonoid (TFC), serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan berpengaruh nyata terhadap karakteristik warna dan aktivitas antioksidan serbuk yang dihasilkan. Serbuk dari buah muda memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC₅₀ DPPH sebesar 5.01 mg/mL dan kandungan TFC sebesar 0.351 mg/mL, sedangkan buah masak menghasilkan warna lebih cerah (L* = 88.69) dengan kandungan TPC tertinggi (0.412 mg/mL). Aktivitas antioksidan menurun seiring meningkatnya tingkat kematangan, yang disebabkan oleh degradasi senyawa fenolik dan flavonoid selama proses pematangan dan pengeringan. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan buah menentukan keseimbangan antara aktivitas fungsional dan penampilan sensori serbuk. Buah muda lebih sesuai untuk produk fungsional kaya antioksidan, sedangkan buah matang lebih tepat untuk aplikasi minuman serbuk instan dengan warna yang lebih menarik.
Copyrights © 2026