Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) selama periode 2019–2024 dengan menggunakan metode Risk-Based Bank Rating (RBBR). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Penilaian tingkat kesehatan bank dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yaitu Risk Profile yang diukur melalui rasio Non-Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR), Good Corporate Governance (GCG), Earnings yang diukur melalui rasio Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), serta Capital yang diukur melalui Capital Adequacy Ratio (CAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan PT Bank Syariah Indonesia Tbk mengalami peningkatan yang signifikan dan berada pada kategori sangat sehat. Nilai komposit meningkat dari 80% pada tahun 2019 menjadi 97,14% pada periode 2023–2024. Temuan ini menunjukkan bahwa PT Bank Syariah Indonesia Tbk mampu mengelola risiko, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan profitabilitas, serta menjaga kecukupan modal secara berkelanjutan, sehingga mendukung stabilitas dan keberlanjutan kinerja perbankan syariah.
Copyrights © 2026