Pasien kanker stadium lanjut dan pasangannya berisiko tinggi mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi yang berdampak pada rendahnya kualitas hidup. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hampir 80% pasangan pasien memiliki masalah kesehatan mental dengan penggunaan koping yang terbatas dan bersifat individual. Intervensi dyadic coping terbukti efektif, namun implementasinya sering terkendala oleh keterbatasan akses dan kebutuhan tenaga profesional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas self-directed dyadic coping skill training terhadap stres, kecemasan, depresi, kesehatan mental, dan kualitas hidup pasien kanker stadium lanjut. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen preāpost test dengan total sampel 70 pasangan pasien yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen meliputi DASS-S, DASS-D, DASS-A, dan kuesioner kualitas hidup. Analisis menggunakan uji paired t-test, independent t-test, dan GEE. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada stres (mean 2,47; p<0,001), depresi (1,76; p<0,001), dan kecemasan (1,70; p<0,001), serta peningkatan signifikan pada kesehatan mental (5,94; p<0,001). Kualitas hidup kelompok intervensi meningkat secara signifikan dibandingkan kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa self-directed dyadic coping skill training efektif meningkatkan koping pasangan, memperbaiki kesehatan mental, dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker stadium lanjut. Kata Kunci: dyadic coping, kanker, kecemasan, depresi, kualitas hidup.
Copyrights © 2026