Studi ini menyelidiki hubungan antara motivasi karyawan, komitmen organisasi, dan kualitas layanan di PT. NAROTAMA SAKTI, sebuah perusahaan berorientasi layanan di Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada Teori Motivasi-Higiene Herzberg (1966) dan Model Komitmen Organisasi Meyer dan Allen (1997), yang menekankan bagaimana motivasi intrinsik-ekstrinsik dan komitmen afektif-normatif-kontinuitas memengaruhi persepsi kualitas layanan. Memahami hubungan ini penting untuk meningkatkan kinerja karyawan dan kepuasan pelanggan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Metode kuantitatif digunakan dengan kuesioner skala Likert (1 = Sangat Tidak Setuju hingga 5 = Sangat Setuju) yang diberikan kepada 10 responden yang dipilih secara purposif, termasuk direktur, manajer menengah, dan kepala divisi. Analisis data melibatkan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda untuk memeriksa hubungan variabel. Skor rata-rata menunjukkan bahwa motivasi karyawan (M = 3,78) dan komitmen (M = 4,13) relatif tinggi, sementara kualitas layanan (M = 3,82) sedang. Hasil korelasi mengungkapkan hubungan yang lemah dan negatif antara motivasi dan kualitas layanan (r = –0,472), dan antara komitmen dan kualitas layanan (r = –0,047). Analisis regresi lebih lanjut menunjukkan bahwa baik motivasi (β = –0,902, p = 0,192) maupun komitmen (β = –0,125, p = 0,793) tidak memengaruhi kualitas layanan secara signifikan (R² = 0,231; F = 1,052; p = 0,398). Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi dan komitmen saja tidak menjamin kualitas layanan yang tinggi tanpa penyelarasan manajerial dan dukungan organisasi yang efektif. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas layanan memerlukan strategi terpadu yang menyelaraskan motivasi dan komitmen karyawan dengan sistem kinerja, pengakuan, dan praktik kepemimpinan.
Copyrights © 2026