Perkembangan teknologi digital dalam era Society 5.0 telah membawa perubahan signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Model pembelajaran hybrid learning yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan fleksibilitas dan efektivitas pembelajaran. Namun demikian, penerapan teknologi dalam pendidikan Islam memerlukan landasan nilai yang kuat agar tidak mengabaikan dimensi moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model hybrid learning berbasis adab sebagai upaya transformasi pembelajaran Islami di era Society 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur terkait pendidikan Islam, hybrid learning, dan konsep adab dalam tradisi keilmuan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai adab dalam hybrid learning dapat diwujudkan melalui tiga komponen utama, yaitu: internalisasi adab dalam desain kurikulum digital, penguatan peran guru sebagai teladan moral, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter. Model ini tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan akhlak peserta didik sehingga menghasilkan pembelajaran yang holistik. Dengan demikian, model hybrid learning berbasis adab dapat menjadi alternatif transformasi pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan era Society 5.0 tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual.
Copyrights © 2025