Arus globalisasi media visual mendorong munculnya strategi representasi budaya lokal sebagai sarana pembentukan identitas dalam industri kreatif kontemporer. Video musik tidak lagi sekadar medium hiburan, tetapi menjadi ruang produksi makna yang menegosiasikan hubungan antara tradisi, modernitas, dan audiens global. Dalam konteks ini, visualisasi budaya Indonesia dalam video musik Shoot oleh NO NA menghadirkan representasi lokal yang berfungsi estetis sekaligus strategis dalam ranah Desain Komunikasi Visual. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori representasi Stuart Hall sebagai landasan utama, yang diperdalam melalui rangka analisis semiotika Roland Barthes pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Objek kajian berupa elemen visual budaya Indonesia dalam tujuh belas adegan yang mencakup lanskap agraris, ruang domestik tradisional, permainan rakyat, praktik keseharian, material lokal, dan alam tropis. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut membentuk sistem tanda yang merepresentasikan Indonesia sebagai ruang yang alami, komunal, hangat, dan harmonis, sekaligus menaturalisasi citra keindonesiaan yang romantis bagi audiens global. Visualisasi ini juga berperan sebagai strategi visual branding yang menempatkan NO NA sebagai girl group berakar lokal dengan orientasi global, sehingga menegaskan potensi video musik sebagai medium pembentukan identitas budaya dalam industri kreatif.
Copyrights © 2026