Kesehatan Calon Pengantin (Catin) perempuan berperan penting dalam menentukan kualitas generasi berikutnya. Anemia masih menjadi masalah utama, dengan prevalensi remaja putri di Jawa Barat sebesar 33,7% berdasarkan Riskesdas 2018, lebih tinggi dari angka nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan di Puskesmas Pagarsih Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup seluruh catin perempuan yang terdaftar, dengan teknik total sampling sebanyak 113 responden. Kriteria inklusi adalah catin yang menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap dan memiliki data rekam medis valid. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi badan, berat badan, dan kadar hemoglobin. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan analisis hubungan dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki IMT normal (64,6%), namun prevalensi anemia mencapai 61,9%. Analisis statistik menunjukkan p = 0,132 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kejadian anemia. Disimpulkan bahwa risiko anemia tetap tinggi meskipun status gizi makro normal. Anemia kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan zat gizi mikro, pola makan, dan kondisi fisiologis. Diperlukan intervensi preventif yang lebih komprehensif melalui edukasi gizi dan suplementasi zat besi sebelum kehamilan
Copyrights © 2026