JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026

Mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam pengambilan keputusan intraoperatif: Era baru dalam bedah presisi

Asdar, Asdar (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Feb 2026

Abstract

Background: Metabolic syndrome is increasingly common among young people, including college students, as a result of modern lifestyle changes. Shifts in eating behavior toward high-fat and high-sugar foods, low physical activity, and high academic pressure lead to metabolic imbalance. Purpose: To analyze lifestyle factors contributing to the increased risk of metabolic syndrome among college students. Method: This study used a descriptive qualitative approach, utilizing in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) with students from various study programs. Data were analyzed thematically, emphasizing health behavior patterns, dietary habits, physical activity, and students' perceptions of metabolic syndrome prevention efforts. Results: This study identified three main factors that interact and influence the risk of metabolic syndrome: an unbalanced lifestyle characterized by a high-fat diet, lack of sleep, and academic stress; low physical activity and a predominantly sedentary lifestyle that reduce metabolic capacity and blood vessel function; and low preventive awareness and minimal campus institutional support that undermine the implementation of healthy lifestyle behaviors. Conclusion: Preventing metabolic syndrome in college students requires a holistic approach based on a healthy campus (Healthy Campus Framework) that includes the integration of health education, increased physical activity, and strengthening institutional policies that support sustainable healthy lifestyle behaviors.   Keywords: Artificial Intelligence; Intraoperative Decision-Making; Precision Surgery.   Pendahuluan: Sindrom metabolik semakin umum di kalangan anak muda termasuk mahasiswa, sebagai akibat dari perubahan gaya hidup modern. Pergeseran perilaku makan ke arah makanan tinggi lemak dan tinggi gula, aktivitas fisik yang rendah, dan tekanan akademik yang tinggi menyebabkan ketidakseimbangan metabolik. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor gaya hidup yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko sindrom metabolik di kalangan mahasiswa. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, memanfaatkan wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan mahasiswa dari berbagai program studi. Data dianalisis secara tematik, menekankan pola perilaku kesehatan, kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan persepsi mahasiswa terhadap upaya pencegahan sindrom metabolik. Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi tiga faktor utama yang berinteraksi dan memengaruhi risiko sindrom metabolik yaitu gaya hidup tidak seimbang yang ditandai dengan pola makan tinggi lemak, kurang tidur, dan stres akademik; aktivitas fisik yang rendah dan gaya hidup yang didominasi sedenter yang menurunkan kapasitas metabolisme dan fungsi pembuluh darah; dan kesadaran preventif yang rendah dan minimnya dukungan institusi kampus yang melemahkan penerapan perilaku hidup sehat. Simpulan: Pencegahan sindrom metabolik pada mahasiswa memerlukan pendekatan holistik berbasis kampus sehat (Healthy Campus Framework) yang mencakup integrasi edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas fisik, dan penguatan kebijakan institusi yang mendukung perilaku hidup sehat berkelanjutan.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Gaya Hidup Sedentary; Mahasiswa; Pencegahan; Sindrom Metabolik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

qlt

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua ...