Keguguran berulang merupakan peristiwa traumatis yang sering memicu krisis psikologis yang mendalam, ditandai dengan rasa bersalah terhadap diri sendiri, kesedihan yang mendalam, dan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses self compassion terhadap diri sendiri pada wanita yang mengalami keguguran berulang dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi pengalaman empat peserta perempuan yang mengalami keguguran berulang (dua hingga empat kali), berusia 20-40 tahun, menikah, dan belum memiliki anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-struktural, observasi, dan triangulasi sumber (suami dan ibu). Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self compassion terjadi secara non-linear. Proses self compassion dimulai dengan krisis, kemudian menemukan titik balik, dan secara bertahap mengaktifkan self compassion. Proses ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Temuan signifikan lainnya adalah munculnya pertumbuhan pascatrauma. Temuan ini memberikan wawasan teoretis tentang dinamika self compassion dalam keguguran berulang dan menawarkan implikasi praktis untuk intervensi klinis dan dukungan sosial bagi wanita setelah keguguran.
Copyrights © 2026