Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Salah satu cara untuk mengelola penyakit ini adalah dengan mematuhi pola makan yang sesuai anjuran. Namun, kepatuhan terhadap diet sering dipengaruhi oleh keyakinan diri disebut dengan self efficacy, yaitu kemampuan individu dalam mengelola penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan self efficacy dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. Rasidin Padang tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif pendekatan analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024. Pengumpulan data tanggal 26 Agustus s/d 30 Agustus 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2024 berjumlah 1557 orang dengan sampel 43 orang. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian dari 43 responden hampir dari separoh (48,8%) pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki tidak patuh melaksanakan diet diebetes melitus. Lebih dari separoh (53,5%) pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki self efficacy kurang baik. Ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kepatuhan diet penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. Rasidin Padang 2025 (p value=0,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan diet penderita diabetes melitus tipe 2. Saran kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan self efficacy pasien melalui edukasi dan dukungan, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan diet dan mencegah komplikasi diabetes melitus
Copyrights © 2026