Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat minat pasar petani terhadap komoditas palawija di UPTD Benih Induk Palawija Tanjung Selamat menggunakan kombinasi metode MOORA dan ORESTE. Metode MOORA digunakan untuk melakukan normalisasi matriks keputusan dan menghitung nilai optimasi, sedangkan metode ORESTE digunakan untuk memperkuat hasil perankingan melalui pendekatan Besson-rank, distance score, dan nilai preferensi. Kriteria yang digunakan meliputi permintaan petani, harga jual, produktivitas, umur panen, dan ketersediaan stok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jagung Sukmaraga (A1) memperoleh nilai optimasi tertinggi pada metode MOORA sebesar 0,2178 dan nilai preferensi terendah pada metode ORESTE sebesar 2,233 sehingga menjadi komoditas dengan tingkat minat pasar tertinggi, sedangkan Kacang Hijau Vima 4 (A4) menempati peringkat terendah. Dibandingkan dengan pendekatan konvensional atau penggunaan satu metode pengambilan keputusan, kombinasi MOORA dan ORESTE mampu memberikan hasil perankingan yang lebih konsisten, objektif, dan berbasis data, sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan strategi produksi dan distribusi benih palawija di lingkungan UPTD
Copyrights © 2026