Abstrak Status gizi ibu hamil merupakan faktor prenatal yang sangat menentukan status gizi bayi yang dilahirkan, selain itu ibu yang anemia menyebabkan volume darah dalam tubuh ibu menurun meyebabkan adanya penurunan aliran darah serta pasokan oksigen ke plasenta sehingga terjadi BBLR. Berat bayi lahir rendah (BBLR) merupakan berat bayi yang kurang dari 2500 gram yang ditimbang 1 jam setelah bayi lahir Pada tahun 2023 dipuskesmas Sukowono terdapat 87 dari 796 ibu bersalin yang melahirkan BBLR. Desain penelitian menggunakan survei analitik pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ibu bersalin di Puskesmas Sukowono Jember periode Januari-Desember 2023 berjumlah 573 ibu yang memenuhi kriteria inklusi, sampel menggunakan proportionate stratified random sampling yaitu 236 responden dengan 200 ibu melahirkan bayi tidak BBLR dan 36 ibu melahirkan bayi BBLR . Alat ukurnya kuesioner dan uji analisisnya Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Status gizi normal 48,3%, anemia 24,2%, BBLR 15,3%, ada hubungan antara status gizi selama kehamilan dengan kejadian BBLR dengan ρ-value=0,00<α0,05, terdapat hubungan antara anemia TM III dengan kejadian BBLR dengan ρ-value=0,00< α0,05. Status gizi kurang selama kehamilan menyebabkan terjadinya BBLR, anemia menyebabkan terjadinya BBLR sehingga diharapkan ibu mampu mencukupi asupan nutrisi dan mengkonsumsi tablet FE secara rutin agar tidak terjadi gizi kurang dan anemia selama kehamilan sehingga tidak melahirkan bayi BBLR. Kata kunci: Status Gizi, Anemia, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), Kehamilan
Copyrights © 2026