Penyelenggaraan pendidikan dasar merupakan urusan pemerintahan wajib yang membutuhkan dukungan belanja publik yang efektif. Namun, besarnya alokasi belanja pendidikan daerah belum tentu diikuti oleh peningkatan capaian partisipasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi belanja fungsi pendidikan terhadap Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang Sekolah Menengah Pertama di Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan Random Effect Model pada 27 kabupaten/kota selama periode 2022–2024. Variabel independen utama terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja modal, dan belanja hibah, sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik dimasukkan sebagai variabel kontrol. Hasil estimasi menunjukkan bahwa hanya belanja pegawai yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap APM SMP. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas belanja pendidikan daerah lebih ditentukan oleh struktur dan prioritas alokasi belanja, khususnya pembiayaan tenaga pendidik, dibandingkan dengan belanja operasional dan belanja fisik dalam jangka pendek. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menegaskan pentingnya analisis komposisi belanja fungsi pendidikan dalam mengevaluasi kinerja pendidikan daerah.
Copyrights © 2026