Studi ini diarahkan untuk menginvestigasi pengaruh eksposur media terhadap praktik pengungkapan lingkungan, sambil mengendalikan faktor ukuran perusahaan dan leverage. Dalam konteks ini, pengungkapan lingkungan dipandang sebagai sarana transparansi yang memungkinkan perusahaan mengkomunikasikan dampak aktivitas operasional terhadap ekosistem demi mengamankan legitimasi publik.Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif kausal, data sekunder dikumpulkan dari 67 perusahaan yang bergerak di sektor siklikal dan bahan dasar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024, menghasilkan 225 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa liputan media berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan lingkungan, yang menegaskan bahwa sorotan media yang intens mendorong perusahaan untuk meningkatkan transparansi demi mempertahankan legitimasi sosial. Sementara itu, variabel kontrol berupa ukuran perusahaan dan leverage tidak menunjukkan pengaruh signifikan, yang mengindikasikan bahwa skala aset dan tingkat utang tidak secara langsung mendorong pelaporan lingkungan. Kesimpulannya, tekanan media berperan sebagai pendorong utama akuntabilitas lingkungan, sedangkan faktor finansial dan struktural tetap menjadi aspek sekunder.
Copyrights © 2026