Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea

Empowering Patients through Education on Medication Use during Fasting at Martapura 2 Community Health Center

Sanha, Cut Nadia Anne (Unknown)
Tatsbita, Inatsa Dwi (Unknown)
Qadariah, Ira (Unknown)
Kumala, Dinna Fitria (Unknown)
Rizki, Muhammad Ikhwan (Unknown)
Rahmatullah, Satrio Wibowo (Unknown)
Sari, Anna Khumaira (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2026

Abstract

Bulan Ramadhan menyebabkan perubahan pola makan dan jadwal konsumsi obat yang berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat sehingga diperlukan edukasi yang tepat dari tenaga kefarmasian. Peran apoteker dalam kegiatan promotif dan preventif sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat secara rasional selama puasa. Keterbatasan pemahaman pasien di Puskesmas Martapura 2 mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi kesehatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi permasalahan dan perizinan, dilanjutkan penyusunan materi serta pembuatan leaflet edukasi, kemudian pemilihan 20 responden dengan teknik accidental sampling pada 21 Februari 2026, pelaksanaan edukasi individual menggunakan metode one-on-one disertai pre-test dan post-test, serta evaluasi melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan responden didominasi usia 20-40 tahun (50%), perempuan (70%), dan pendidikan SMA/sederajat (50%). Peningkatan pengetahuan tertinggi terdapat pada instruksi penggunaan obat selama puasa sebesar 89,47%, diikuti rute pemberian obat dan kepatuhan minum obat masing-masing 45%, sedangkan peningkatan terendah pada cara konsumsi obat sebesar 15% karena nilai awal sudah tinggi. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terkait pengelolaan obat selama puasa dan memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas dengan konseling berbasis brosur dan pelaksanaan berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi Farmasi, Pemberdayaan Pasien, Penggunaan Obat, Puasa, Ramadhan Ramadan leads to changes in eating patterns and medication schedules that may increase the risk of medication use errors, thereby requiring appropriate pharmaceutical education. The role of pharmacists in promoting and preventing medication errors is essential to improving patients’ understanding of rational medication use during fasting. Limited patient knowledge at Puskesmas Martapura 2 encouraged the implementation of this health education program. The activity began with problem identification and obtaining administrative permission, followed by the development of educational materials and leaflet design, the selection of 20 respondents using accidental sampling on February 21, 2026, the implementation of individual one-on-one education accompanied by pre-test and post-test, and evaluation through comparison of scores before and after the intervention. The results showed that respondents were predominantly aged 20-40 years (50%), female (70%), and had a senior high school education (50%). The largest increase in knowledge was observed in medication use instructions during fasting (89,47%), followed by routes of administration and medication adherence (45% each), while the smallest increase was observed in medication consumption methods (15%) due to high baseline scores. This educational intervention proved effective in improving patients’ understanding of medication management during fasting and has the potential to be implemented more broadly with leaflet-based counseling and sustainable programs.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpmp

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Neuroscience Nursing Public Health Veterinary

Description

Focus Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea aims to provide a forum for researchers in the field of health sciences to publish original articles originating from community service activities. Scope The scope of the Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea includes health sciences. This journal displays ...