Teripang (Holothuroidea) merupakan invertebrata laut yang kaya akan senyawa bioaktif seperti triterpen glikosida, saponin, dan polisakarida, yang menunjukkan potensi terapeutik signifikan terhadap karsinoma hepatoseluler (HCC). Tulisan ini bertujuan untuk merangkum bukti terkini mengenai aktivitas farmakologis teripang serta menjelaskan mekanisme molekuler yang mendasari efek antikankernya. Berbagai studi eksperimental telah menunjukkan bahwa ekstrak teripang memiliki efek antiinflamasi, imunomodulator, antioksidan, dan antitumor melalui mekanisme induksi apoptosis, penghentian siklus sel, penghambatan angiogenesis, serta modulasi jalur pensinyalan onkogenik. Dalam konteks onkologi integratif, teripang semakin diakui sebagai agen adjuvan potensial karena memiliki sitotoksisitas selektif terhadap sel kanker dan kemampuan mengatur mikro lingkungan tumor. Akan tetapi masih terdapat berbagai tantangan, termasuk variasi antarspesies dalam kandungan senyawa bioaktif, keterbatasan data farmakokinetik, serta belum adanya standarisasi dosis dan validasi klinis. Simpulan, senyawa bioaktif yang berasal dari teripang merupakan sumber alami yang menjanjikan untuk pengelolaan HCC. Penelitian praklinis dan klinis yang dirancang dengan baik sangat diperlukan untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan potensi translasi klinisnya dalam terapi kanker hati di masa depan.
Copyrights © 2026