Remaja sangat rentan terhadap emosi negatif seperti stres, kecemasan, dan depresi, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental maupun prestasi akademik. Oleh karena itu, intervensi psikologis yang efektif sangat penting untuk membantu mereka mengelola emosi secara adaptif. Salah satu pendekatan tersebut adalah teknik reframing, yang berfokus pada mengubah cara pandang individu terhadap suatu peristiwa, mendorong interpretasi yang lebih positif atau konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik reframing dalam menurunkan emosi negatif pada siswa kelas X di SMK Negeri 2 Palu dan menilai apakah metode ini dapat meningkatkan kesejahteraan emosional mereka secara signifikan. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest–posttest dengan melibatkan 41 siswa yang dipilih melalui purposive sampling, menggunakan instrumen DASS-21 yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi teknik reframing dalam dua kali pertemuan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor rata-rata emosi negatif dari 31,90 pada pretest menjadi 6,65 pada posttest dengan nilai p < 0,001, yang menandakan bahwa teknik reframing berpengaruh signifikan dalam menurunkan emosi negatif siswa. Teknik reframing terbukti efektif dalam menurunkan emosi negatif pada siswa kelas X di SMK Negeri 2 Palu, di mana sebelum intervensi sebagian siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan setelah intervensi seluruh siswa berada pada kategori rendah.
Copyrights © 2026