Perkembangan teknologi informasi mendorong rumah sakit mengadopsi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk meningkatkan mutu pelayanan dan efektivitas pengambilan keputusan. Namun, pemanfaatan SIMRS di rumah sakit daerah masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait faktor sumber daya manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor Human, Organization, dan Technology berdasarkan model Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) dengan efektivitas pemanfaatan SIMRS di RSUD Kabupaten Muna Barat serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan berpengaruh. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pengguna SIMRS di unit rawat inap dan rawat jalan sebanyak 202 responden, dengan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi faktor Human, Organization, Technology, dan Net Benefit sebagai indikator efektivitas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berbasis model HOT-Fit. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Sebagian besar responden menilai komponen Human dan Organization dalam kategori baik, sedangkan komponen Technology mayoritas dinilai kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor Human dan Organization dengan efektivitas SIMRS (p>0,05). Faktor Technology memiliki hubungan signifikan dengan efektivitas SIMRS (p=0,041). Analisis multivariat menunjukkan Technology sebagai faktor paling dominan (OR=2,27; 95% CI: 1,021–5,033).
Copyrights © 2026