Penelitian ini menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (GCG), Investment Opportunity Set (IOS), Intellectual Capital (IC), dan Financial Distress (FD) terhadap kualitas laba perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan data sekunder dan purposive sampling, menghasilkan 47 perusahaan (188 observasi). Kualitas laba diukur berbasis akrual dan FD diproksikan dengan Altman Z-Score. Analisis regresi linier berganda menunjukkan variabel GCG, IOS, IC, FD, dan interaksi IOS×FD berpengaruh simultan signifikan (Sig. 0,000) dengan koefisien determinasi 59,0%. Secara parsial, GCG dan IC berpengaruh negatif signifikan, FD berpengaruh positif signifikan, sedangkan IOS dan interaksi IOS×FD tidak signifikan pada taraf 5%. Hasil ini menegaskan bahwa tata kelola, kesehatan keuangan, dan pengelolaan modal intelektual berperan dalam menentukan kualitas laba perusahaan energi.
Copyrights © 2026