Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan sentra produksi tembakau lokal di Sumatera Barat yang masih mempertahankan beberapa kultivar tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman morfologi tembakau (Nicotiana tabacum L.) lokal serta hubungan fenotipik antar aksesi menggunakan analisis klaster. Penelitian dilakukan Agustus–Desember 2025 melalui survei eksploratif dengan purposive sampling terhadap 11 aksesi dari tujuh kecamatan. Karakterisasi mencakup karakter kualitatif dan kuantitatif berdasarkan deskriptor morfologi. Data dianalisis menggunakan koefisien kemiripan dan metode UPGMA. Hasil menunjukkan karakter kualitatif relatif seragam dengan koefisien kemiripan 0,54–1,00, sedangkan karakter kuantitatif lebih bervariasi dengan koefisien 0,40–0,69. Analisis klaster kuantitatif membagi aksesi menjadi dua kelompok utama dengan tingkat keragaman fenotipik sedang. Tinggi tanaman, diameter batang, dan ukuran daun berkontribusi dominan terhadap pembentukan klaster. Keragaman morfologi ini berpotensi dimanfaatkan dalam konservasi plasma nutfah dan program pemuliaan tembakau lokal.
Copyrights © 2026