ransangan nyeri Low Back Pain berulang dapat menyebabkan hiperaktivitas sistem saraf simpatis hingga menimbulkan nyeri kronis yang disertai peningkatan ketegangan otot. Apabila keluhan keluhan LBP dibiarkan terus menerus dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan kelelahan kronis, risiko terjadinya HNP, serta berubahnya anatomi tubuh secara permanen. Menurut WHO jumlah penderita LBP diperkirakan akan meningkat menjadi 843 juta orang pada tahun 2050. Keluhan LBP dapat ditangani dengan terapi non farmakologis berupa relaksasi otot progresif. Terapi ROP banyak digunakan karena tidak menimbulkan efek samping, mudah diaplikasikan, serta termasuk metode relaksasi dengan biaya yang rendah. Tujuan : mengetahui apakah ada pengaruh terapi relaksai otot progresif terhadap nyeri low back pain pada pekerja konveksi di Sukoharjo Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen dengan rancangan Pre-test Post-test without control group Design. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik non probability berupa total sampling dengan jumlah sampel 20 pekerja konveksi. Hasil : Hasil menggunakan uji Wilcoxon nilai p-value 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nyeri Low Back Pain pada pekerja konveksi di Sukoharjo
Copyrights © 2026