karena efektivitasnya tinggi terhadap hama, namun bersifat neurotoksik yang bekerja dengan menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE) menyebabkan penumpukan asetilkolin, peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS), dan stres oksidatif, akibatnya kematian sel dan berujung pada kerusakan neuron dan sel glial di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan histologis otak mencit (Mus musculus) akibat paparan subletal insektisida organofosfat klorpirifos. Penelitian ini menggunakan desain true experimental laboratories post-test only control group dengan 27 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol, paparan 7 hari, dan 14 hari. Klorpirifos dosis 12 mg/kgBB/hari diberikan secara oral. Setelah perlakuan, dilakukan nekropsi dan pengambilan otak mencit. Pengamatan histologi cerebrum, cerebellum, dan batang otak dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin-eosin lalu dianalisis secara deskriptif dan uji One-Way Anova serta uji lanjutan Tukey HSD. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan jumlah neuron dan neuroglia nekrosis (p=0.000; p<0,05) disertai gambaran inti piknotik, vakuolisasi sitoplasma, kromatolisis dan hipereosinofik. Gejala tremor dan ataksia tampak nyata dan terdapat penurunan berat badan antar kelompok (p=0,046) terutama pada paparan minggu pertama. Simpulannya paparan subletal klorpirifos menimbulkan kerusakan histologis otak yang berdampak terhadap sistem motorik dan status metabolik mencit (Mus musculus).
Copyrights © 2026