Penelitian ini dilatarbelakangi adanya masalah yang terjadi di masyarakat di karenakan kurang bisanya mengendalikan diri dari sifat marah. Memang sifat marah merupakan tabiat manusia yang tidak bisa dihilangkan dari dalam diri manusia itu sendiri, tetapi setidaknya kita bisa mengendalikannya dengan baik agar tidak terjadi masalah yang berkepanjangan. Beberapa Hadis Rasulullah Saw anyak mengajarkan kepada kita bagaimana cara mengedalikan marah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis interpretasi Hadis penanggulangan marah tersebut ketika ditinjau dari ilmu Ma’ani al-Hadis dan ilmu Kesehatan, serta mengetahui tentang bagaimana implikasi dari interpretasi Hadis tentang penanggulangan marah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, mulai dari data primer (Hadis Sunan Abu Dawud) sampai data sekunder (kitab syarah, buku, jurnal, skripsi, dan artikel). Data yang terkumpul akan dideskripsikan dan dianalisis untuk memperoleh gambaran yang bermanfaat tentang interpretasi Hadis pengendalian marah ditinjau dari ilmu ma’ani al-Hadis dan ilmu Kesehatan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Berdasarkan tinjauan dari Ma’ani al-Hadis (makna kontekstual Hadis) terdapat pemahaman makna leksikal, gramatikal, dan pesan maknawi dari redaksi Hadis-Hadis tersebut. (2) Tinjauan dari ilmu kesehatan menunjukkan bahwa kemarahan yang tidak terkendali dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mental dan fisik, seperti stres kronis, hipertensi, gangguan tidur, bahkan depresi. Dalam hal ini, ajaran Rasulullah Saw terbukti memiliki keselarasan yang luar biasa seperti adanya teknik pengalihan posisi tubuh, anjuran berdiam diri, dan berwudlu. (3) Hadis-Hadis tentang penanggulangan marah sangat relevan untuk menghadapi fenomena ledakan emosi dan marah. Hal ini memperlihatkan bahwa ajaran Rasulullah Saw dalam hal pengendalian marah tidak hanya layak dijadikan pedoman spiritual, tetapi juga sebagai panduan dalam membangun kesehatan mental, kecerdasan emosional (emotional intelligence), dan karakter individu yang seimbang secara psikologis dan spiritual.
Copyrights © 2025