Ketidakhadiran ayah (fatherless) dalam struktur keluarga merupakan fenomena yang berpotensi memberikan dampak multidimensional terhadap perkembangan anak, termasuk dalam aspek akademik. Secara teoritis, keterlibatan ayah berkontribusi terhadap pembentukan regulasi diri, motivasi berprestasi, serta stabilitas emosional anak yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Minimnya peran ayah dalam pengasuhan dapat menyebabkan berkurangnya dukungan emosional, pengawasan akademik, dan penguatan nilai disiplin, yang pada akhirnya memengaruhi capaian hasil belajar. Sejumlah penelitian empiris menunjukkan bahwa anak yang tumbuh tanpa keterlibatan ayah cenderung memiliki tingkat konsentrasi dan kepercayaan diri yang lebih rendah, serta risiko keterlibatan yang minim dalam aktivitas akademik di sekolah. Dengan demikian, ketidakhadiran ayah dapat menjadi salah satu faktor determinan yang berkontribusi terhadap rendahnya prestasi akademik anak, sehingga diperlukan perhatian komprehensif dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam meminimalisasi dampak tersebut.
Copyrights © 2026