Dispneu yang terjadi tanpa adanya kelainan organik yang dapat dibuktikan tetap menjadi masalah umum dan seringkali menantang dalam praktik klinis, seringkali dikaitkan dengan faktor psikologis yang mendasarinya, khususnya gangguan kecemasan. Tinjauan ini merangkum bukti terkini tentang sesak napas terkait kecemasan, dengan fokus pada definisi klinisnya, karakteristik epidemiologis, mekanisme etiologis yang mendasarinya, klasifikasi, evaluasi diagnostik termasuk diagnosis banding, dan strategi manajemen berbasis bukti. Dispneu psikogenik biasanya dialami sebagai sensasi subjektif ketidaknyamanan bernapas dan sering disertai dengan gejala panik, pola pernapasan yang tidak adaptif, dan peningkatan kecemasan. Pengenalan dini melalui penilaian biopsikososial yang komprehensif sangat penting untuk mengurangi investigasi diagnostik yang tidak perlu dan untuk memandu pendekatan pengobatan individual, termasuk intervensi kognitif-perilaku dan farmakoterapi bila sesuai. Dispneu yang menetap dengan adanya pemeriksaan fisik dan temuan diagnostik normal harus mendorong dokter untuk mempertimbangkan mekanisme terkait kecemasan dan untuk mengadopsi pendekatan interdisipliner guna mengoptimalkan hasil pasien.
Copyrights © 2026