Studi ini bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas peternakan sapi perah skala kecil di Jakarta dalam konteks keterbatasan sumber daya perkotaan. Survei dilakukan mulai Januari hingga Maret 2024 dengan melibatkan 59 peternak aktif menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi lapangan. Analisis karakteristik meliputi peternak, alokasi input, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu, dan kinerja ekonomi berdasarkan biaya, pendapatan, rasio R/C, dan profitabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia peternak adalah 49 tahun, dengan 13 tahun pendidikan formal dan 24 tahun pengalaman bertani. Alokasi input ditemukan tidak seimbang: hijauan dan konsentrat berada di bawah tingkat yang direkomendasikan, sementara ampas tahu dan tenaga kerja berlebih. Analisis regresi menunjukkan bahwa jumlah sapi laktasi dan penggunaan konsentrat berpengaruh signifikan terhadap produksi susu, sedangkan input lainnya tidak berpengaruh signifikan. Struktur biaya didominasi oleh pakan, terutama ampas tahu, dengan biaya produksi tahunan rata-rata Rp190,5 juta. Total pendapatan tahunan mencapai Rp370,8 juta, menghasilkan laba bersih sebesar Rp180,3 juta.Secara keseluruhan, peternakan sapi perah perkotaan di Jakarta terbukti layak, dengan rasio R/C sebesar 1,95 dan profitabilitas sebesar 94,6%, yang relatif lebih tinggi dibandingkan temuan di wilayah lain. Hasil ini menunjukkan bahwa peternakan sapi perah perkotaan tetap menjanjikan, jaminan didukung oleh manajemen pakan yang efisien, melakukan pencegahan kesehatan hewan, dan diversifikasi produk untuk memperkuat kemiskinan.
Copyrights © 2026