Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2023 dan di Sulawesi Selatan mencapai 27,4%. Upaya pencegahan seringkali bersifat umum tanpa mempertimbangkan aspek budaya serta kesiapan keluarga dalam mengubah perilaku. Pendekatan Transcultural Nursing (TCN) mampu mengintegrasikan nilai budaya lokal, sementara Transtheoretical Model (TTM) memetakan tahapan perubahan perilaku, sehingga integrasi keduanya dipandang relevan untuk intervensi pencegahan stunting. Metodologi: Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post test design dilakukan pada 100 ibu yang memiliki balita di Desa Je’netaesa, Kabupaten Maros. Intervensi berupa edukasi kesehatan berbasis integrasi TCN dan TTM. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang praktik kesehatan keluarga, TCN, dan TTM, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Mayoritas responden berusia rata-rata 32,9 tahun dengan pendidikan menengah (61%). Sebelum intervensi, praktik kesehatan keluarga kategori tinggi sebesar 69% meningkat menjadi 100% setelah intervensi. Integrasi TCN dan TTM kategori sangat tinggi meningkat signifikan dari 12% menjadi 46%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = −7,797; p 0,001) dengan effect size r = 0,78, yang menandakan pengaruh besar secara statistik maupun praktis. Diskusi: Integrasi TCN dan TTM terbukti efektif meningkatkan praktik kesehatan keluarga dalam pencegahan stunting. TCN menjamin intervensi sesuai budaya lokal, sedangkan TTM memastikan kesiapan keluarga untuk berubah secara bertahap hingga tahap pemeliharaan. Intervensi yang bersifat kontekstual dan berbasis teori perilaku lebih diterima dan memberikan dampak signifikan dibandingkan edukasi umum.
Copyrights © 2026