ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang diperkirakan memengaruhi keputusan individu dalam berutang melalui fintech lending, dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) serta teori prospek. Variabel yang dianalisis mencakup persepsi manfaat, persepsi risiko, kesehatan finansial, dan persepsi terhadap kemudahan penggunaan. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden terpilih. Populasi penelitian mencakup pengguna layanan fintech lending dari generasi milenial, yakni individu yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, dengan total sebanyak 41.044.778 orang. Dari populasi tersebut, sebanyak 152 responden dipilih sebagai sampel menggunakan metode stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode SEM-PLS melalui bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat, kesehatan finansial, dan persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berutang melalui fintech lending. Sementara itu, persepsi risiko menunjukkan pengaruh negatif yang juga signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi penyedia layanan fintech lending dalam memahami perilaku pengguna, serta kontribusi akademik berupa pemodelan teoritis yang menggabungkan TAM dan teori prospek dalam konteks keuangan digital. Kata Kunci: fintech, technology acceptance model, lendingABSTRACTThis study aims to examine the factors that influence individuals' borrowing decisions through fintech lending platforms by integrating the Technology Acceptance Model (TAM) and Prospect Theory. The variables tested include perceived usefulness, perceived risk, financial health, and perceived ease of use. A quantitative approach was applied, utilizing primary data collected through questionnaires distributed to selected respondents. The target population comprised millennial users of fintech lending services—individuals born between 1981 and 1996—totaling approximately 41,044,778 people. From this population, 152 respondents were selected using stratified random sampling. Data were analyzed using the SEM-PLS method with the assistance of SmartPLS version 4.0 software. The results indicate that perceived usefulness, financial health, and perceived ease of use have a positive and significant impact on borrowing decisions via fintech lending. Conversely, perceived risk has a negative and significant influence. This study contributes practically by offering insights for fintech providers to better understand user behavior, and academically by expanding the application of TAM and Prospect Theory within the context of digital financial decision-making. Keywords: fintech, technology acceptance model, lending
Copyrights © 2026