Tenaga kesehatan merupakan kelompok profesi yang rentan mengalami stres kerja akibat beban kerja tinggi, tekanan waktu, tuntutan emosional serta tanggung jawab terhadap keselamatan pasien. Stres kerja yang berlangsung kronis dapat berdampak pada kesehatan mental, penurunan kinerja, burnout dan kualitas pelayanan kesehatan. Literasi kesehatan dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang berperan dalam meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan memahami informasi kesehatan, mengelola stres serta menerapkan strategi koping adaptif. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada periode 2016–2025. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Proses seleksi artikel sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat literasi kesehatan yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat stres kerja yang lebih rendah pada tenaga kesehatan. Literasi kesehatan berkontribusi dalam meningkatkan self-efficacy, kemampuan koping, resiliensi serta pengambilan keputusan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa Literasi kesehatan berperan penting sebagai faktor protektif terhadap stres kerja pada tenaga kesehatan. Oleh karena itu didapatkan kesimpulan bahwa upaya peningkatan literasi kesehatan dapat dijadikan strategi promotif dan preventif dalam program kesehatan kerja.
Copyrights © 2026