Desa Banteran memiliki penduduk dengan penderita hipertensi cukup tinggi di Kabupaten Banyumas dengan jumlah 4.808 kasus. Namun demikian, monitoring kesehatan masyarakat masih dilakukan secara manual, serta sumber daya untuk melakukan monitoring masih belum merata. Kartini Jogo Tonggo sebagai kelompok swabantu hadir sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada. Tujuan program ini adalah meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi melalui edukasi terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik (ReSik) dengan membentuk kelompok swabnatu: Kartini Jogo tonggo. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 40 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, redemonstrasi. Pengabdi mengukur pengetahuan pencegahan hipertensi pada klien dengan hipertensi terlebih dahulu. Lalu klien diberikan Pendidikan Kesehatan pencegahan hipertensi melakukan terapi RESIK selama selama 30-45 menit. Setelah itu pengabdi mengukur kembali pengetahuan pencegahan hipertensi pada klien. Hasil akhirnya diperoleh adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan tentang materi pencegahan hipertensi yaitu sebesar 3,3. Para kader disarankan untuk menerapkan dan mengajarkan terapi RESIK kepada kerabat dekat agar dapat mencegah hipertensi dan stroke
Copyrights © 2024