Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Berdasarkan Riskesdas, prevalensi DM meningkat dari 1,1% (2013) menjadi 2,1% (2018). Di Sumatera Barat, angka prevalensi mencapai 1,3%, dan 1,4% di Kota Padang. Faktor risiko DM terbagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dimodifikasi (usia, genetik) dan yang dapat dimodifikasi (gaya hidup, pola makan, aktivitas fisik). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penatalaksanaan DM untuk menurunkan risiko komplikasi. Salah satu langkah penting adalah latihan jasmani secara rutin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Sebelum penyuluhan, 39,3% responden memiliki pengetahuan kurang dan hanya 7,1% memiliki pengetahuan baik. Setelah penyuluhan, sebanyak 82,1% responden memiliki pengetahuan baik dan 17,9% memiliki pengetahuan cukup. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang DM. Edukasi berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025