Bayi baru lahir sering mengalami kesulitan menyusu akibat refleks oral yang belum matang. Stimulus refleks faring dan latihan oral motor merupakan intervensi sederhana untuk memperbaiki keterampilan menyusu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi tersebut terhadap frekuensi menyusui bayi baru lahir. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan one group pretest-posttest design pada 30 bayi di Bidan Praktik Mandiri Kabupaten Cilacap. Instrumen berupa lembar observasi refleks menyusu (lemah, sedang, kuat). Intervensi diberikan dua kali sehari selama tiga hari, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon pada α = 0,05. Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar bayi memiliki refleks lemah (56,7%), sedangkan setelah intervensi tidak ada bayi dengan refleks lemah; mayoritas meningkat menjadi sedang (53,3%) dan kuat (46,7%). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Kesimpulan: Stimulus refleks faring dan latihan oral motor efektif meningkatkan frekuensi menyusui bayi baru lahir.
Copyrights © 2025