Dalam konteks sistem pemerintahan, Negara Republik Indonesia membagi daerah Indonesia atas daerah-daerah besar dan daerah kecil, dengan bentuk dan susunan tingkatan pemerintahan terendah adalah Desa atau kelurahan. Dalam konteks ini pemerintahan Desa adalah merupakan sub sistem dari sistem penyelenggaraan pemerintahan nasional yang langsung berada di bawah pemerintah kabupaten. Dalam menjalankan fungsi pelayanan inilah pemerintahan Desa Sumberlele yang berada di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo bertindak sebagai ujung tombak dalam sistem pemerintahan daerah, karena berhubungan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Desa Sumberlele maka pemerintah Desa Sumberlele menggunakan layanan Aplikasi sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teori implementasi kebijakan menurut George Edward III (Widodo, 2011) terdapat 4 faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi kebijakan antara lain yaitu faktor 1. Komunikasi, 2. Sumberdaya, 3. Disposisi dan 4. Struktur birokrasi. Aplikasi sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) sudah digunakan di Desa Sumberlele dan berjalan dengan baik. Dalam penggunaan Aplikasi sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) ternyata ada perbedaan standar operasional pelayanan (SOP) yang dibuat oleh Dinas Dukcapil dan Pemerintah Desa Sumberlele, sehingga pemerintah Desa Sumberlele mencari solusi dan evaluasi dari perbedaan yang ada agar pelayanan yang diberikan bisa maksimal, efektif dan efisien bagi masyarakat Desa Sumberlele
Copyrights © 2024