Nikel merupakan logam strategis yang banyak digunakan dalam industri baja tahan karat, baterai, serta berbagai paduan logam berperforma tinggi. Sebagian besar cadangan nikel dunia berada dalam bentuk bijih laterit yang umumnya memiliki kadar nikel relatif rendah sehingga memerlukan teknologi ekstraksi yang efisien. Salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan dalam pengolahan bijih laterit adalah proses hidrometalurgi melalui pelindian (leaching). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi parameter proses leaching bijih nikel laterit menggunakan asam sitrat sebagai pelarut ramah lingkungan. Parameter yang dievaluasi meliputi ukuran partikel bijih (100 mesh, 150 mesh, dan 200 mesh) serta konsentrasi asam sitrat (0,5 M; 1 M; dan 2 M) pada kondisi operasi tetap yaitu suhu 80°C, waktu leaching 60 menit, dan rasio padat-cair 1:5. Karakterisasi awal bijih dilakukan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui komposisi unsur utama dalam sampel. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar nikel awal dalam bijih sebesar 1,67% dengan dominasi unsur Fe₂O₃ dan SiO₂ yang mengindikasikan karakteristik bijih laterit tipe limonit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam sitrat dan pengecilan ukuran partikel memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan persen recovery nikel. Nilai recovery tertinggi sebesar 78,29% diperoleh pada ukuran partikel 200 mesh dengan konsentrasi asam sitrat 2 M. Hasil ini menunjukkan bahwa luas permukaan partikel dan kekuatan larutan pelindian berperan penting dalam meningkatkan efisiensi proses ekstraksi nikel. Penggunaan asam sitrat sebagai pelarut organik juga memberikan keuntungan dari sisi keberlanjutan lingkungan dibandingkan penggunaan asam anorganik kuat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi pelindian bijih nikel laterit berbasis pelarut organik yang lebih ramah lingkungan.
Copyrights © 2025