Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh sebagai fasilitator dan tingkat adopsi peternak terhadap teknologi inseminasi buatan (IB) pada peternak sapi potong di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan data primer dan data sekunder, penentuan sampling secara purposive sampling jumlah responden sebanyak 71 orang yang ditentukan dengan rumus slovin. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan skala Likert dan analisis regresi linear sederhana. Hasil peneltian menunjukkan peran penyuluh sebagai fasilitator dalam menyediakan sapronak memiliki skor 172 (kategori baik) dan akses tekhnologi skor 169 (kategori baik) dengan interval skor 165,3- 213. Potensi informasi pasar dan menjalin kerja sama dengan skor 140 tergolong kategori cukup baik dengan interval 118,3-165,3. Peran penyuluh sebagai fasilitator memiliki skor rata-rata 155, tergolong cukup baik. Tahap adopsi peternak terhadap IB meliputi mengetahui skor 200, minat 162, evaluasi 158, mencoba 183, dan menerima teknologi IB skor 167. Tingkat adopsi teknologi IB memiliki rata-rata skor 174 tergolong kategori baik dengan interval 165,3-213. Peran penyuluh memberikan kontribusi terhadap efektivitas penerapan teknologi IB sebesar 28,5 %.
Copyrights © 2026