Penentuan harga pokok produksi (HPP) merupakan aspek penting dalam industri properti karena berpengaruh langsung terhadap strategi penentuan harga jual dan keuntungan perusahaan. Penelitian ini menganalisis penerapan metode Activity-Based Costing (ABC) dalam penentuan HPP pada Properti X, khususnya Cluster W dan Cluster I. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari dokumen Rencana Anggaran Biaya, wawancara dengan bagian operasional dan keuangan, serta hasil pengolahan data biaya menggunakan pendekatan Activity-Based Costing. Biaya proyek dikelompokkan ke dalam aktivitas signifikan seperti pengecoran, instalasi listrik, plumbing, finishing, koordinasi proyek, dan inspeksi, lalu dialokasikan berdasarkan pemicu biaya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Activity-Based Costing menghasilkan alokasi biaya yang lebih transparan dan akurat dibandingkan metode konvensional. Perbedaan utama terletak pada pengalokasian biaya overhead yang sebelumnya digabung secara umum, kini dapat ditelusuri ke aktivitas spesifik. Meskipun total HPP relatif konsisten dengan rencana anggaran biaya, metode Activity-Based Costing memberikan informasi tambahan berupa kontribusi tiap aktivitas terhadap total biaya produksi. Informasi ini bermanfaat bagi manajemen dalam mengevaluasi efisiensi biaya, mengendalikan proyek, serta merencanakan strategi pada proyek selanjutnya.
Copyrights © 2025