Persaingan bisnis pada era saat ini merupakan tantangan besar pada suatu perusahaan dalam meningkatkan jumlah penjualan suatu produk, sehingga perusahaan dituntut merancang strategi penjualan yang efektif dan tepat sasaran. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh PT Masada Abadi, Tangerang, adalah bagaimana menentukan wilayah penjualan kabel listrik yang optimal guna meningkatkan daya saing dan volume penjualan di Tengah persaingan yang cukup kompetetif pada saat ini. Permasalahan yang dihadapi PT Masada Abadi, Tangerang, terdapat pada analisa pola pembelian pelanggan berdasarkan wilayah yang tidak optimal sehingga menghambat efektivitas strategi pemasaran dan distribusi produk. Mengatasi permalasahan tersebut, penelitian ini menerapkan algoritma K-Means clustering sebagai solusi dalam mengoptimalkan wilayah penjualan kabel listrik berdasarkan data. Pemilihan algoritma K-Means clustering bertujuan agar pola penjualan di kelompokkan berdasarkan jumlah penjualan dan total penjualan pada setiap jenis kabel di semua wilayah penjualan sehingga menghasilkan visualisasi klaster yang dapat diinterpretasikan. Hasil pengujian dari penerapan algoritma K-Means clustering diperoleh 3 cluster wilayah penjualan dengan wilayah penjualan paling rendah terdapat 3 wilayah yaitu Tanggerang, Surabaya dan Jakarta Selatan, wilayah penjualan sedang terdapat 4 wilayah yaitu Jakarta pusat, Bandung, Jakarta Timur dan Jogjakarta, dan wilayah penjualan paling tinggi terdapat 3 wilayah yaitu Kalimantan, Jakarta Barat dan Bekasi.
Copyrights © 2025