Pengetahuan berkarakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus ke arah hidup yang lebih baik. Tujuan utama pengetahuan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, agar berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong dan untuk itu maka di dalam diri peserta harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama, Pancasila, dan Budaya. Akibat proses globalisasi secara terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia dan menimbulkan krisis moral, misalnya pergaulan bebas, pencurian, kekerasan terhadap anak, ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah dan yang tertinggi adalah penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang. Akibat dari kurangnya pengetahuan berkarakter menyebabkan pada akhir tahun 2018 jumlah narapidana kasus narkotika mencapai 115.289 (95% dari total narapidana khusus yang ada dilapas perempuan kelas IIA tanjung Gusta, Medan). Untuk itu perlu adanya kepedulian dan tanggung jawab sosial dari kita, terutama dari kampus-kampus, seperti kampus Universitas IBBI yang telah turut serta memberikan sumbangsih pengetahuan bagi para narpidana perempuan dilapas kelas IIA tanjung Gusta, Medan. Metode yang digunakan adalah berupa sosialisasi dalam bentuk penyuluhan serta melakukan tanya jawab atau bertukar pikiran. Hasil pengabdian ini menunjukan adanya semangat dari para narapidana perempuan dan ditunjukan melalui kesediaan mereka untuk ikut serta dalam kegiatan penyuluhan tersebut. Kata Kunci : Berkarakter; Narapidana; Lapas; Narkoba; Medan
Copyrights © 2023