Perkembangan teknologi digital mendorong banyak kota di Indonesia untuk mulai mengadopsi konsep Smart City guna meningkatkan pelayanan publik serta kualitas hidup masyarakat. Meski demikian, keberhasilan implementasi Smart City tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam hal literasi digital, akses terhadap perangkat, dan keterlibatan dalam proses transformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan masyarakat Kecamatan Panam dalam menyongsong program Smart City serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara pengumpulan data melalui kuisioner daring. Dari sebaran kuisioner yang di berikan secara daring didapatkan 51 responding yang menjawab kuisioner tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar warga memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai konsep Smart City dan menunjukkan dukungan yang positif. Masyarakat juga memperlihatkan antusiasme dalam menggunakan teknologi, meskipun partisipasi dalam pelatihan masih tergolong sedang. Harapan utama masyarakat terfokus pada perbaikan layanan publik, infrastruktur, dan sistem transportasi. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta kurangnya sumber daya manusia yang memadai. Dari hasil penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwasanya masyarakat Panam menunjukkan kesiapan yang menjanjikan, namun masih dibutuhkan strategi kebijakan yang mendukung agar implementasi Smart City dapat berjalan secara optimal.
Copyrights © 2025