Pelayanan kesehatan modern menghadapi tantangan akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan beban kerja tenaga gizi, yang berdampak pada mutu layanan, proses penyembuhan pasien, serta risiko burnout. Metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) dari WHO dan Kementerian Kesehatan RI menawarkan pendekatan berbasis beban kerja untuk menentukan kebutuhan tenaga secara akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga instalasi gizi dengan metode WISN di RSUD dr. Salim Alkatiri Provinsi Maluku Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan mixed methods dengan pendekatan Sequential Explanatory, diawali perhitungan WISN lalu dilengkapi data kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Informan kunci meliputi Kepala Instalasi Gizi, Koordinator, ahli gizi, dan pramusaji/pemasak. Hasil menunjukkan ketidakseimbangan tenaga: ahli gizi berlebih 3 orang, sedangkan Koordinator dan Pemasak/Pramusaji kurang masing-masing 1 dan 2 orang. Pemasak/Pramusaji juga memiliki faktor kelonggaran hanya 10%. Kondisi ini menuntut redistribusi dan penambahan tenaga untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan kualitas pelayanan gizi. Temuan menegaskan pentingnya perencanaan SDM berbasis beban kerja melalui metode WISN demi mutu layanan, keselamatan pasien, dan kesejahteraan tenaga gizi.
Copyrights © 2026