Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam pembelajaran peserta didik inklusif di dua sekolah dasar inklusi di Kota Banjarbaru. Studi multisitus ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPK berperan sebagai fasilitator pembelajaran, perancang program pembelajaran individual (PPI), pelaksana layanan kompensatoris, kolaborator dengan guru kelas, serta mediator antara sekolah dan orang tua. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah dan kebijakan daerah, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana, beban kerja, dan kompetensi guru non-PLB. Temuan ini memperkuat pentingnya penguatan kompetensi GPK dan model kolaborasi sekolah-guru-orang tua dalam keberhasilan pendidikan inklusif.
Copyrights © 2025